
Banjarmasin – Riuh tepuk tangan pelajar memecah suasana pembukaan Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Banjarmasin Tengah, Rabu (15/04/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya” ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang uji bagi masa depan generasi muda di tengah tantangan degradasi karakter dan minimnya ruang ekspresi pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, yang membuka langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa FLS3N harus dimaknai lebih dari sekadar perlombaan. “Ini bukan hanya soal menang atau kalah. Kita ingin anak-anak punya ruang mengekspresikan diri, membangun karakter, dan menghargai budaya sendiri di tengah gempuran budaya luar,” ujarnya di hadapan peserta, guru pendamping, serta jajaran pejabat pendidikan yang hadir.
Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari berbagai sekolah di Kecamatan Banjarmasin Tengah, dengan dukungan para kepala sekolah, guru, serta unsur pemerintah daerah. Hadir pula perwakilan kecamatan, pengawas sekolah, serta tokoh pendidikan yang turut memberi dukungan terhadap pengembangan potensi seni dan sastra siswa. Pemerintah melihat kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya lokal sejak dini.

Namun di balik semaraknya festival, terdapat persoalan yang masih membayangi. Minimnya fasilitas seni di sekolah, kurangnya pembinaan berkelanjutan, hingga rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa menjadi tantangan nyata. Di sisi lain, potensi kreativitas pelajar Banjarmasin dinilai sangat besar, terbukti dari antusiasme peserta yang terus meningkat setiap tahun.
Ryan Utama mengakui hal tersebut dan mendorong adanya langkah konkret. “Kita akan dorong sekolah lebih aktif membina, pemerintah akan perkuat dukungan fasilitas, dan kolaborasi dengan komunitas seni harus ditingkatkan. Ini menjadi solusi agar bakat anak-anak tidak berhenti di lomba saja,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung minat anak di bidang seni.
Melalui FLS3N, Pemerintah Kota Banjarmasin ingin menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi berkarakter, kreatif, dan berdaya saing. Dengan memanfaatkan kekuatan budaya lokal, memperbaiki kelemahan sistem pembinaan, membuka peluang prestasi, serta menjawab tantangan globalisasi, kegiatan ini diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga generasi yang siap membawa identitas bangsa ke panggung yang lebih luas.

